Hidup di perkotaan memang menjadi tantangan tersendiri dalam menata taman rumah. Lahan yang sangat minim menjadi kendala banyak orang. Tapi perlu diketahui tata ruang taman sangat berpengaruh dengan kenyamanan di lingkungan rumah anda. Pengukuran lahan serta pemilihan tanaman yang cocok merupakan hal yang harus diperhatikan dalam menata ruang taman di rumah anda, apalagi jika rumah anda berada di perkotaan dengan lahan yang minim untuk sebuah taman rumah. Hal yang perlu diperhatikan selanjutnya adalah sistem perawatan tanaman yang harus rutin dilakukan.


Pada era digital ini promosi suatu produk baik barang maupun jasa semakin beragam mengikuti perkembangan teknologi sekarang ini. Hal ini dipengaruhi oleh tingkat akses suatu informasi yang semakin mudah dan cepat. Di era digital ini banyak yang berlomba-lomba mempromosikan produk maupun jasa melalui berbagai media online, baik media sosial, Bloog,WEB dan lainya. Tapi sekarang ini media promosi yang paling banyak dilirik adalah sosial media. Kenapa bisa begitu?, iya tepat sekali, media sosial sekarang banyak digandrungi oleh masyarakat baik dalam maupun luar negeri, sehingga jika mempromosikan produk lewat media sosial selain cepat  dan mudah juga sangat menghemat waktu dan biaya.Contohnya jika kita mempromosikan produk kita lewat BBM,WA,Instagram, dan sebagainya.


Bertubuh kecil, panjang tubuh total (diukur dari ujung paruh hingga ujung ekor) sekitar 20-21 cm. Panjang sayap sekitar 15 cm, dan berat sekitar 100 gram.Seperti umumnya burung hantu, celepuk ini berwarna burik. Sisi atas tubuh (dorsal) coklat kehitaman atau keabu-abuan berbintik-bintik hitam, kuning dan putih, sisi bawah (ventral) kuning tua kecoklatan bercoret-coret hitam. Jumbai telinga menonjol, keputihan; dengan tengkuk dan kerah kuning abu-abu pucat.Iris mata berwarna coklat gelap atau kekuningan, paruh kuning, dan kaki kuning kotor.Banyak jenis celepuk yang warnanya bermiripan, sehingga identifikasi harus dilakukan dengan hati-hati. Bantuan lainnya ialah dengan menggunakan suaranya.Jantan bersuara lembut, wuuup.. sedikit meninggi. Betina bernada lebih tinggi, bergetar berubah menurun: whiio atau pwok.., sekitar lima kali per menit. Terkadang juga mengeluarkan cicitan lembut. Pasangan sering melakukan duet.Celepuk umumnya didapati di wilayah berpohon, sampai dengan ketinggian 1.600 m dpl, di tepi hutan, perkebunan, pekarangan, hingga taman-taman di kota besar.Celepuk sering bertengger rendah di tajuk pohon atau perdu, berbunyi-bunyi dengan memilukan, atau bersahutan dengan pasangannya. Sewaktu-waktu terjun menyambar mangsanya di permukaan tanah atau vegetasi yang lebih rendah. Sering pula berburu bersama dengan anak-anaknya.Celepuk reban memangsa aneka serangga malam, seperti ngengat dan belalang; kodok; dan juga burung kecil.Tiap bertelur, celepuk menghasilkan sekitar 2-3 butir, berwarna putih, hampir bulat; diletakkan dalam sarangnya di lubang pohon, di sela pelepah kelapa, atau di rumpun bambu. Di Jawa Barat, celepuk berbiak antara Februari dan Juni, di Jawa Tengah antara November dan Januari.Celepuk reban menyebar luas di Asia Tenggara, Filipina, Kalimantan, Sumatera, Jawa, dan Bali.

Sumber : wikipedia

Salah satu keberagaman kebudayaan Indonesia yang menjadi warisan sejarah ialah permainan tradisional. Permainan-permainan tradisional yang dimiliki Indonesia berbeda-beda, relatif pada di mana letak daerahnya, jadi letak geografis suatu wilayah memengaruhi keberagaman permainan-permainan tradisional yang dimiliki oleh Indonesia. Permainan tradisional yang beberapa tahun terakhir jarang kita temui ialah dampak akan kemajuan zaman yang semakin hari semakin modern dan permainan tradisional ini mungkin kalah ‘pamor’ dengan permainan anak-anak zaman kini, akibatnya permainan-permainan ini kini hampir punah bahkan sangat sulit kita temui. Egrang merupakan permainan dengan menggunakan galah atau tongkat sebagai pijakan seseorang agar bisa berdiri dalam jarak tertentu di atas tanah. Menurut W.J.S Poerwadarminto (Baosastra Djawa, 1939), egrang-egrangan berarti dolanan atau permainan yang menggunakan batang kayu atau bambu yang diberi pijakan untuk berjalan.Permainan Egrang cukup terkenal di daerah tempat tinggal saya. Permainan ini sering dilakukan oleh anak-anak usia 7 sampai 13 tahun. Tetapi tidak jarang anak yang duduk di bangku TK pun sudah bisa memainkannya dan orang dewasa pun ikut memainkan permainan egrang ini. Cara memainkan permainan ini sebenarnya beragam, yang saya lakukan hanyalah salah satu dari banyak cara yang lainnya. Permainan egrang ini dipandang sebagai permainan yang menyenangkan, menantang, dan tidak memakan biaya yang mahaluntuk membuat alat permainan tersebut.Nilai budaya yang terkandung dalam permainan egrang adalah kerja keras, keuletan, dan sportivitas. Nilai kerja keras tercermin dari semangat para pemain yang berusaha agar dapat mengalahkan lawannya. Nilai keuletan tercermin dari proses pembuatan alat yang digunakan untuk berjalan yang memerlukan keuletan dan ketekunan agar seimbang dan mudah digunakan untuk berjalan. Dan nilai sportivitas tercermin tidak hanya dari sikap para pemain yang tidak berbuat curang saat berlangsungnya permainan, tetapi juga mau menerima kekalahan dengan lapang dada.
Inilah awal mula saya mengenal musik. Sebuah gitar tua yang sudah mulai keropos disana sini yang terpajang di dinding kamarku. Ini menjadi kenangan tersendiri karena untuk mendapatkan gitar tersebut,dulu saya harus bekerja keras. Diwaktu saya masih menginjak kelas lima SD saya mulai tertarik untuk bermain musik. Awalnya saya cuma iseng-iseng memainkan gitar mainan adek saya yang memang saat itu adek saya masih kecil yang sangat suka dengan mainan. Tapi saya juga tidak menyangka setiap saat saya memainkan gitar mainan tersebut ibu juga memperhatikanku. Hingga pada akhirnya menjelang saat Ujian kenaikan kelas ibu bilang kalau saya bisa mendapat peringat kelas pertama ibu janji akan memberiku gitar sungguhan. Padahal saat saya masih SD dari kelas satu sampai kelas empat saya belum pernah mendapat peringkat tiga besar. Saat itu semangat saya mulai membara dan setiap pagi,siang, dan malam selalu belajar supaya bisa mendapat peringkat pertama nanti. Hingga pada akhirnya saat penerimaan raport sayatidak menyangka saya bisa mendapatkan ranking pertama. Kerja keras saya belajar saat itu sangat membanggakan dan tidak sia-sia. Kedua orang tua pun juga bangga kepada saya saat itu. Sesuai dengan apa yang dikatakan ibu sebelumnya akhirnya saya pun mendapatkan gitar sungguhan. Sangat senang dan bangga saya saat itu,setiap hari sepulang sekolah saya belajar bermain gitar. Sampai uang saku yang setiap hari dikasih ibu saat itu saya kumpulkan hanya untuk membeli buku cord lagu. Saat saya kelas 6 SD saya sudah bisa bermain gitar walaupun hanya kunci-kunci dasarnya saja. Setelah lulus SD dan menginjak kelas satu SMP saya sudah mulai ngeband dengan teman-teman saya waktu itu. Dan hingga kini gitar pertama yang saya dapatkan dari ibu dengan kerja keras saya waktu itu masih terpajang rapi di kamar saya ,walaupun dengan keadaan yang memprihatinkan. Hal ini memangan sengaja saya biarkan, bukan karena saya tidak mau merawatnya tapi biar nilai dan makna dari gitar tersebut yang kental dengan makna perjuangan tersebut tidak hilang. Begitulah awal mula saya bermain musik dan mendapatkan alat musik pertama saya.