permainan tradisional yang hampir punah
Salah satu keberagaman kebudayaan Indonesia yang menjadi warisan sejarah
ialah permainan tradisional. Permainan-permainan tradisional yang dimiliki
Indonesia berbeda-beda, relatif pada di mana letak daerahnya, jadi letak
geografis suatu wilayah memengaruhi keberagaman permainan-permainan tradisional
yang dimiliki oleh Indonesia. Permainan tradisional yang beberapa tahun
terakhir jarang kita temui ialah dampak akan kemajuan zaman yang semakin hari
semakin modern dan permainan tradisional ini mungkin kalah ‘pamor’ dengan
permainan anak-anak zaman kini, akibatnya permainan-permainan ini kini hampir
punah bahkan sangat sulit kita temui. Egrang
merupakan permainan dengan menggunakan galah atau tongkat sebagai
pijakan seseorang agar bisa berdiri dalam jarak
tertentu di atas tanah. Menurut W.J.S Poerwadarminto (Baosastra
Djawa, 1939), egrang-egrangan berarti dolanan atau permainan yang menggunakan
batang kayu atau bambu yang diberi pijakan untuk berjalan.Permainan Egrang cukup terkenal di daerah
tempat tinggal saya. Permainan ini sering dilakukan oleh anak-anak usia 7
sampai 13 tahun. Tetapi tidak jarang anak yang duduk di bangku TK pun sudah
bisa memainkannya dan orang dewasa pun ikut memainkan permainan egrang ini.
Cara memainkan permainan ini sebenarnya beragam, yang saya lakukan hanyalah
salah satu dari banyak cara yang lainnya. Permainan egrang ini dipandang
sebagai permainan yang menyenangkan, menantang, dan tidak memakan biaya yang
mahaluntuk membuat alat permainan tersebut.Nilai budaya yang terkandung dalam
permainan egrang adalah kerja keras, keuletan, dan sportivitas. Nilai kerja
keras tercermin dari semangat para pemain yang berusaha agar dapat mengalahkan
lawannya. Nilai keuletan tercermin dari proses pembuatan alat yang digunakan
untuk berjalan yang memerlukan keuletan dan ketekunan agar seimbang dan mudah
digunakan untuk berjalan. Dan nilai sportivitas tercermin tidak hanya dari
sikap para pemain yang tidak berbuat curang saat berlangsungnya permainan,
tetapi juga mau menerima kekalahan dengan lapang dada.

0 komentar